Featured Posts

  • Blockquote

    Sed dignissim mauris nec velit ultrices id euismod orci iaculis. Aliquam ut justo id massa consectetur pellentesque pharetra ullamcorper nisl...

  • Duis non justo nec auge

    Sed dignissim mauris nec velit ultrices id euismod orci iaculis. Aliquam ut justo id massa consectetur pellentesque pharetra ullamcorper nisl...

  • Sejarah tentang GKI MERISI INDAH

    Kala itu, di tahun delapan puluhan dimulai dari sebuah persekutuan jemaat kecil gabungan jemaat GKI Diponegoro dan Jemaat GGS( Gereja Gereformeed Surabaya) di Jl. Pregolan Bunder, yang berdomisili di wilayah Kendangsari dan sekitarnya dengan berpindah-pindah dari rumah ke rumah...

Memahami Kembali Arti Hiasan Natal


Memahami Kembali Arti Hiasan Natal

Hari Raya Natal sudah di depan mata, Keberadaan pernak pernik hiasan Natal menjadi sebuah kebutuhan tersendiri. Hiasan Natal sendiri merupakan sebuah tradisi yang memiliki makna tersendiri. Berikut ini merupakan makna dari beberapa hiasan Natal.

DOMBA SANGAT MEMBUTUHKAN GEMBALA

DOMBA SANGAT MEMBUTUHKAN GEMBALA

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi  26 September 2011

Baca:  Matius 10:16-32

"...Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati."  Matius 10:16

Gereja yang Hidup

Seseorang bertanya pada saya, benarkah jumlah gereja kian hari kian bertambah? saya menyawab, "secara kuantitas mungkin hanya gedungnya yang bertambah sedangkan manusianya itu-itu saja, jika bertambah tidak terlalu banyak. tetapi segi kualitas mungkin benar bahwa gereja bertambah, karena banyak yang mengaku sebagai gereja akhirnya benar-benar menjadi gereja. " mengapa saya menjawab demikian? sebab ketika bicara tentang gereja, kita lebih bicara tentang memiliki gereja, daripada hidup sebagai GEREJA TUHAN.

SEJARAH RINGKAS JEMAAT GKI MERISI INDAH - SURABAYA

SEJARAH RINGKAS JEMAAT GKI MERISI INDAH - SURABAYA

Kala itu, di tahun delapan puluhan dimulai dari sebuah persekutuan jemaat kecil gabungan jemaat GKI Diponegoro dan Jemaat GGS( Gereja Gereformeed Surabaya) di Jl. Pregolan Bunder, yang berdomisili di wilayah Kendangsari dan sekitarnya dengan berpindah-pindah dari rumah ke rumah.

Dengan adanya sebuah rumah kosong yang ditawarkan untuk dipakai secara cuma-cuma dari Bp. Ir. Winata, M.Arch, Semarang, maka Majelis Gereja GGS memprakarsai untuk mengadakan Kebaktian pertama Minggu, 01 Januari 1982 yang dipimpin oleh Pdt. Trees Adinata, S.Th. dan terbentuknya Panitia GGS Cabang Kendangsari sebagai Cabang IV (Cab. I GKI Gresik, Cab. II Darmo Satelit dan Cab. III GKI Manyar). Dalam keterbatasan dan kesederhanaannya GGS Cabang Kendangsari tersebut bertumbuh dan berkembang, hingga tibalah saatnya Tuhan menghendaki, bahwa Jemaat GGS Cabang Kendangsari segera mempunyai Gedung Gereja yang Representatif dengan caraNya.

Suatu ketika akhir tahun 1984, Majelis Jemaat Gereja GGS yang ditunjuk Tt. Subaru Martodisastro melayani Cabang Kendangsari dipanggil oleh Kelurahan setempat dan Pejabat Muspika tersebut melarang Jemaat untuk beribadah menggunakan sebuah rumah tinggal, yaitu tempat yang bukan diperuntukkan untuk tempat ibadah. Sehingga mau tidak mau, Jemaat harus segera mencari tempat ibadah baru yang memenuhi persyaratan sebagai tempat ibadah antara lain dengan mendatangi Yayasan Kas Pembangunan (YKP). Dalam pergumulannya, Panitia Cabang mendapat tawaran dari Bpk. Prawiro Maruto (Alm.), Pemilik Real Estate Ready Indah, sebidang tanah yang terletak dikawasan Bendul Merisi Selatan Surabaya, yang boleh digunakan untuk membangun Gereja. Oleh karena pada saat itu perijinan membangun Gereja Tuhan sangatlah sulit, maka Bpk. Prawiro Maruto (alm.) menyarankan Ibu Lely Tedjakusuma bersama Pdt. Liem Ie Tjiauw, yang saat itu sebagai pendeta GGS, untuk mengurus perijinannya terlebih dahulu, baru setelah Ijin keluar, tanah yang ditawarkan boleh mulai diangsur pembayarannya.